Posts

Showing posts from May, 2015

Kredit Macet dan Mengetahui Tipe Debitur

Setiap Bank pasti mengalami masalah kredit macet. Bank tidak mungkin terhindar dari kredit macet. Kemacetan kredit suatu hal yang akan merupakan penyebab kesulitan terhadap bank itu sendiri yaitu berupa kesulitan yang menyangkut tingkat kesehatan bank, karenanya bank wajib menghindarkan diri dari kredit macet Menurut Bank Indonesia (2007:2) Kredit macet adalah apabila telah diusahakan oleh bank dengan membayarkan perpanjangan waktu atau kelonggaran, utang debitur tetap tidak dibayar. Senada dengan itu menurut Basuki (dalam Panitia Urusan Piutang Negara;2007:2) kredit macet adalah apabila debitur tidak membayar utangnya menurut ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kredit. Oleh karena itu kreditur dalam penanganan kredit juga perlu mengetahui tipe debitur. Adapun tipe debitur yaitu : 1. Diktator Ciri-ciri diktator (mengontrol, agresif, tenang, ahli mengorganisasi, goal oriented, ulet, kompeten, cerdas, dingin, disiplin) Cara menghadapi type diktator (opening ceremony ...

Fungsi dan Tujuan Pemberian Kredit oleh Perbankan

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai beberapa tujuan yang hendak dicapai. Tujuan pemberian kredit juga tidak akan terlepas dari misi bank itu sendiri. Tujuan pemberian kredit yaitu : 1.  Mencari Keuntungan Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan. Hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank. 2.  Membantu Usaha Nasabah Tujuan selanjutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana untuk investasi maupun untuk modal kerja. Dengan dana itu debitur dapat mengembangkan dan memperluas usahanya. 3.  Membantu Pemerintah Semakin banyak kredit yang disalurkan berarti ada kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan khususnya di sektor riil. Adapun keuntungannya bagi bagi pemerintah yaitu penerimaan pajak yang diperoleh nasabah bank, membuk...

Jenis dan Penggolongan Kredit Perbankan

Image
Jenis kredit dibedakan menurut kegunaan, tujuan, jangka waktu, jaminan, dan sektor usaha (Kasmir:1998) adalah sebagai berikut: 1. Sudut kegunaan, kredit dibedakan atas: Kredit investasi (untuk membiayai fasilitas modal tetap, misalnya: membeli mesin, membangun gedung, dsb) Kredit modal kerja (misalnya: membeli bahan baku atau bahan pembantu, membayar gaji, dsb) 2. Sudut kegunaan, kredit dibedakan atas: Kredit produktif (untuk menghasilkan barang atau jasa, kredit perdagangan berkenaan dengan pembelian atau penjualan barang yang diperdagangkan. Kredit konsumtif (untuk memenuhi kebutuhan akan barang-barang yang habis dipakai, baik yang tidak tahan lama maupun yang tahan lama. 3. Sudut jangka waktu, kredit dibedakan atas: Kredit jangka pendek, biasanya maksimal setahun. Misalnya: untuk menutupi biaya operasional, perdagangan, maupun produksi. Kredit jangka menengah, antara 1 sampai 3 tahun bisa untuk menutupi biaya operasional. Kredit jangka panjang, waktu diatas 3 tahun ...

Prosedur Pemberian Kredit

Image
Prosedur kredit adalah tahapan yang harus dilalui sebelum kredit diberikan untuk menilai kelayakan calon debitur. Prosedur atau pedoman pemberian kredit berdasarkan keputusan direksi, bahwa guna memperkecil tingkat kolektibilitas serta sebagai pedoman didalam pencairan kredit khususnya didalam penilaian agunan, jenis agunan yang diterima, usia agunan, penetapan nilai taksasi, jenis pengikatan serta analisis kemampuan debitur, maka perlu kiranya untuk diatur berdasarkan: UU no 13 tahun 1950 tentang pembentukan daerah-daerah kabupaten dalam lingkungan provinsi jawa tengah. UU no 5 tahun 1962 tentang perusahaan daerah. UU no 7 tahun 1992 tanggal 25 Maret tentang perbankan yang telah diubah dengan UU no 10 tahun 1998 tentang perbankan. UU no 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Peraturan Menteri dalam negeri no 11 tahun 1993 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat. Peraturan daerah Provinsi Jawa Tengah no.20 tahun 2002 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Raky...

Penilaian Resiko Kredit (Prinsip 3R dan 5C)

Image
Dengan dilaksanakannya pemberian kredit, tidak terlepas terbayarnya kredit yang telah diberikan kepada nasabah sehingga perlu melakukan seleksi kepada nasabah. Dalam pemberian kredit, pihak kreditur memberikan prestasi berupa uang, barang, jasa kepada debitur sesuai persetujuan yang telah disepakati. Maka sebelum memberikan kredit bank perlu melakukan hal-hal berikut: Penilaian pendahuluan atas diri pemohon Mengadakan wawancara dengan pemohon Pemeriksaan ke tempat usaha pemohon Meminta informasi tentang pemohon dari bank lain Penilaian atas permohonan nasabah Penilaian Kredit dengan prinsip 3R untuk kredit berskala besar menurut (Basuki:10) adalah sbb: Return , yaitu hasil yang diperkirakan dapat diperoleh dari proyek dan hasil tersebut diperkirakan cukup untuk mengembalikan kredit beserta bunganya, disamping itu memberikan keuntungan bagi pengusahanya.   Repayment Capacity, y aitu kemampuan membayar kembali kredit beserta bunganya, disamping itu memberikan keuntunga...

Prinsip 5C Dalam Pemberian Kredit

Prinsip 5C dalam pemberian kredit telah digunakan selama bertahun-tahun dan kenyataannya pada saat ini masih terus dipergunakan. Prinsip 5C dalam pemberian kredit ini meliputi: Character (watak), Capacity (Kemampuan), Capital (Modal), Conditions , dan Collateral (Jaminan). Karakter tidak diragukan lagi adalah faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan jika ingin memberikan kredit. Apabila debitur tidak jujur, curang, ataupun incompetence, maka kredit tidak akan berhasil tanpa perlu memperhatikan faktor-faktor lainnya. Orang yang tidak jujur ataupun curang akan selalu mencari jalan untuk mengambil keuntungan. Seseorang yang incompetence menjalankan bisnis tidak diragukan lagi akan menjalankan bisnisnya dengan buruk, dan hasilnya kredit akan mengandung resiko tinggi. Jika seseorang tidak ingin membayar kembali kreditnya, kemungkinan ia akan mencari jalan untuk menghindari membayar kembali. Untuk itu, penilaian karakter debitur harus ditentukan sejak ia memulai langkah pert...

Kedewasaan Mempengaruhi Keberhasilan Seorang Pemimpin

Kedewasaan adalah saat seseorang tetap bisa bersikap tenang dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau masalah seberat apapun. Banyak orang yang menganggap dirinya dewasa tetapi tidak memperhatikan perasaan orang lain. Karena sifat kekanak - kanakannya tidak dapat dikalahkan, mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari satu sudut pandang saja dan orang itu tidak pernah merasakan apa yang orang lain rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang pemikiran, cara berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur seseorang. Dalam sebuah lingkungan kerja, pasti ada seorang pemimpin yang tentunya akan menentukan arah kepada bawahannya untuk memajukan sebuah perusahaan. Di saat Anda berada pada sebuah posisi sebagai seorang pemimpin, kedewasaan merupakan sebuah titik penentu apakah Anda mampu memimpin bawahan Anda atau tidak. Tidak jarang sebagai seorang pemimpin kita menemukan bawahan yang sulit untuk diatur baik dalam hal kinerja maupun sikap. D...