Kedewasaan Mempengaruhi Keberhasilan Seorang Pemimpin

Kedewasaan adalah saat seseorang tetap bisa bersikap tenang dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau masalah seberat apapun. Banyak orang yang menganggap dirinya dewasa tetapi tidak memperhatikan perasaan orang lain. Karena sifat kekanak - kanakannya tidak dapat dikalahkan, mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari satu sudut pandang saja dan orang itu tidak pernah merasakan apa yang orang lain rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang pemikiran, cara berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur seseorang.

Dalam sebuah lingkungan kerja, pasti ada seorang pemimpin yang tentunya akan menentukan arah kepada bawahannya untuk memajukan sebuah perusahaan. Di saat Anda berada pada sebuah posisi sebagai seorang pemimpin, kedewasaan merupakan sebuah titik penentu apakah Anda mampu memimpin bawahan Anda atau tidak. Tidak jarang sebagai seorang pemimpin kita menemukan bawahan yang sulit untuk diatur baik dalam hal kinerja maupun sikap. Dalam hal ini, kedewasaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan.

Seorang pemimpin yang baik akan selalu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat dan bersikap bijaksana tanpa melibatkan keegoisannya. Keberhasilan pemimpin tergantung dari kemampuannya bersikap dewasa, karena saat pemimpin tidak dapat bersikap dewasa dan mementingkan kepentingannya sendiri, maka bersiaplah untuk tidak di dengarkan.


Berikut ini beberapa hal yang membutuhkan kedewasaan sikap seorang pemimpin
  • Saat menghadapi bawahan yang menunjukkan sikap sulit di atur, posisikanlah diri Anda sebagai pembimbing dan pahami karakter bawahan Anda.
  • Ketika Mood Anda sedang tidak baik jangan pernah bawa itu menjadi masalah yang Anda limpahkan ke bawahan Anda, apalagi jika Anda menganggap apa yang mereka lakukan selalu salah.
  • Dalam membuat keputusan, seorang pemimpin yang dewasa akan membuat keputusan dengan sangat bijaksana dengan tanpa mementingkan egonya.
  • Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menumbuhkan kedewasaan dalam dirinya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kebijaksanaan dalam diri Anda.
Seperti kita ketahui bersama bahwa manusia itu tidak hanya terdiri dari tubuh atau fisik yang bisa terlihat wujudnya saja, melainkan juga ada yang tersembunyi dibaliknya. Yang tersembunyi itu adalah jiwa, akal pikir dan hati nurani. Nah, bagian dari diri kita yang tersembunyi itu sesungguhnya adalah kekuatan yang sangat besar yang bisa kita manfaatkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Kekuatan tersembunyi itu adalah kekuatan metafisik atau spiritual yang berhubungan dengan keindahan jiwa, bukan keindahan fisik. Pemimpin yang memiliki hati yang bersih dan pikiran yang positif, sudah pasti memiliki sikap yang baik. Kebaikan adalah nilai-nilai spiritual yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan, usia, kekayaan, jabatan, jenis kelamin, bahkan agama.

Pada umumnya mereka yang gagal menjadi pemimpin adalah mereka yang fokus utamanya adalah menaklukan orang lain bukan menaklukan dirinya sendiri. Diantara ciri-ciri orang seperti itu adalah selalu memanfaatkan orang lain untuk keuntungannya, menganggap pendapatnya adalah sebuah kebenaran mutlak, selalu ingin dilayani tapi tidak mau melayani, orientasinya adalah dirinya sendiri dan menempatkan orang lain sebagai alat pencapaiannya


Comments